• 18

    Nov

    tentang hujan yang turun di kampus ipb

    12 tahun silam, kedatangan awal saya ke kampus ini.Ditengah kegagalan kuliah disebuah kampus prestisius di bilangan depok, saya diajak menyebrang ke kampus ini. Tahukah Kawan, diantara selipan cita-cita, saya (pernah)memimpikan jadi seorang petani yang sukses, tapi sungguh, kampus tua pertanian ini tak pernah terbayangkan di neuron otak saya. Tapi, begitulah kenyataannya: 12 tahun silam, untuk yang pertama kali saya menginjak aspal IPB yang basah disiram hujan. Saat itu awal bulan september. Kamerad Wicakyang berandil 100% atas keberadaan saya di sana, ia mendaftar kuliah dan saya lantas ikutan mendaftar juga tanpa restu orangtua. Inilah Kawan, yang boleh jadi kita sebut sebagai takdir. Maka saya terheran-heran pada kampusnya
  • 11

    Nov

    Kompas.Com

    Kamerad. Puisi-puisi apak kita saat kuliah dulu dan hasil merenung di Kamar Dekan Bara 2, ada yang ikut ambil bagian dalam reportase Kompas.Com : http://oase.kompas.com/read/xml/2009/11/11/18385887/Puisi-puisi.Hatta.Zubir
  • 4

    Nov

    re: sudah generasi kedua

    perkembangan (lebar tubuh) dan kemajuan (perut) saya rupanya diamati juga oleh rekan Hatta. sekadar menimba kenangan, nih dia bukti-bukti aksi pemancingan di rumah calon mertua (padahal waktu itu sama sekali tidak tahu kalo dalam beberapa tahun rumah dgn kolam ikan itu akan jadi saksi pernikahan saya dan Hes).
  • 3

    Nov

    Sudah Generasi Kedua

    Wicak Hidayat. Rekan saya yang dari tahun ke tahun grafik berat badannya linear dalam gradien positif (baca: naik terus ke atas), menyambangi saya di Bogor. Bukan menyambangi tepatnya, karena toh, Hesti (istrinya) juga warga Bogor dan Ibunya masih tinggal juga di Bogor. Yah, apapun itu, akhirnya kami sepakat bertemu. Sudah lama sekali rasanya, padahal rumah kami di depok hanya dipisahkan oleh sekat RW saja… Pertemuan ini berkesan spesial, karena dia sudah menggendong anak ke-2. Dan saya masih dengan Abyan yang usianya sepadan dengan putri pertamanya: Salma. Di tempat kita berdiri, dekat stasiun Bogor yang ramai tapi kuno itu, rasanya waktu berputar begitu cepat. Rasanya baru kemarin, tapi sudah 11 tahun dari pertama kali dulu saya dan wicak datang ke kota ini untuk menimba ilmu
  • 30

    Apr

    Ketika Nietzsche Menangis

    Dear Kamerad, Sebuah film independen, tak berapa lama berselang sempat aku saksikan. Judulnya: When Nietzsche Wept (WNW). Tentu kau bisa tebak, apa yang membuatku tertarik dengan film itu. Film tokoh seperti ini, meskipun dalam hal ini yang kusaksikan adalah fiksi, selalu punya potensi untuk menarik. Paling tidak film macam ini bisa membuka mata pada kemungkinan seperti apakah kehidupan sang tokoh sebagai manusia biasa? WNW menampilkan setting fiktif ketika filsuf apak favorit kita itu bertemu dengan Josef Breuer, dokter yang sempat menerapkan psikoanalisis ala Freud dalam prakteknya. Ada lagi film genre ini –apa menyebutnya? biografi fiktif? fiksi sejarah? — yang sempat kusaksikan beberapa waktu lampau. Judulny
  • 28

    Apr

    Menjelang Usia itu : Wicak Hidayat

    Rasanya baru kemarin, Bung padahal sudah belasan tahun silam kita merapal sesuatu yg entah apa; mungkin puisi mungkin tulisan tidak utuh tentang gadis yang duduk di pojokan kelas. saat itu, 14 tahun usia kita. Kita makin mengenal abjad-abjad, yang kalau di satukan, boleh jadi kita sebut itu sajak. Kita dekati Sapardi, menulis - dan inginnya, se-dramatis dia. Tapi apa boleh dikata, cukup jadi sajak penuh baluran dan desak-desak diksi melankolik saja. Saat itu, hampir dewasa usia kita, dan sedang gegap gempita mengejar dan bertanya-tanya : apa itu cinta? Fase-fase terbaik jg pernah kita temukan di sela-sela adonan tepung roti dan resep-resep pangan diantara jadwal praktikum yg merantai kaki dalam sel laboratorium. namun kita sempatkan, mencari Amir Hamzah, Asrul Sani dan Taufik Ismail di
  • 20

    Apr

    Meracik Rempah, Bumbu Dapur dan Lauk Pauk dalam Sepiring Sajak

    Apa ada tautan antara kapulaga, jahe, kunyit, lengkuas, tepung kanji, tahu-tempe, ikan belida, ikan baung dan sambal tempoyak dalam sebuah sajak? Setidaknya pertanyaan itu begitu lugas dijawab dalam Sajak-sajak Ags Arya Dipayana pada Kolom Seni di harian Kompas edisi 19 April 2009. Sajak-sajak Ags Arya begitu seru saya baca. Disana-sini saya temui nama-nama rempah dan bumbu dapur bersahutan dengan diksi penuh tenaga sebuah sajak. Sungguh, jika Anda membaca judul sajaknya, tentu Anda bingung, apakah Ags Arya tengah menyajikan tulisan sebuah reportase icip-icip makanan yang tengah jadi tren acara stasiun TV saat ini atau sebuah sajak bernas? Tengok saja salah satu judulnya: Menu Rumah Makan Seafood atau Gulai Balak Tengah Kau Siapkan. Saya pribadi sudah beberapa kali menemui sajak Ags Arya.
  • 30

    Mar

    pabrikan siana

    konon, orang pabrik sony ericsson nggak boleh komentar soal tindak-tanduk pabrik nokia. sayangnya posisiku bagai orang yang kerja di pabrik sony ericsson, sementara yang kau bicarakan adalah tingkah-polah pabrik nokia. sulit bung! untuk berkomentar terlalu panjang. satu hal sih, agaknya masing-masing pabrikan ini memang punya gaya celotehan yang berbeda. dan meskipun di lini yang berbeda (katakanlah, antara E Series dan N Series) ada patron bahasa yang berbeda pula, tetap ada upaya mempertahankan ciri pabrikannya. itu mungkin yang mendasari teman-teman di sana ketat dalam hal pendaftaran. sedangkan di pabrikan sini. memang dari awal mengadopsi kultur bahasa yang terbuka dan cenderung bebas. oleh karena itu terbukalah pendaftaran bagi partisipasi khalayak luas. ah! agak gagap aku bica
  • 23

    Mar

    Laman Kompas versus Kompasiana

    Dear Kamerad, Sedikit berwacana diantara gerimis yang rintik di senja ini. Kompas.com dan Kompasiana.com (tempat para wartawan Kompas nge-blog) adalah dua sisi yang menarik dibahas. Coba bandingkan: bagaimana berita dalam Kompas.com ditulis dan -pada saat sesudahnya, coba bandingkan tulisan yang sama yang dibuat oleh penulis yang sama, tampil di Kompasiana.com. Boleh jadi berita yang sama yang diturunkan, namun, buat saya, berita di Kompasiana.com jadi enak dibaca dan lebih seru. Tadinya saya menolak kehadiran Kompasiana.com dengan alasan, kok ya sudah wartawan menulis di Kompas.com, harusnya kasih kebebasan juga buat blogger2/penulis2 lain yang mampir di Kompasiana.com. Semacam Blogdetik lah.. dimana siapa saja boleh membuat akun dan berperan jadi penulis,atau sastrawan asal, atau fils
  • 5

    Feb

    Dunia Sukab

    Dua kali buku ini saya beli. Kemudian hilang. yang pertama beli di Gramedia. hilang tanpa bekas di laci kantor. yang kedua, bertarung di lantai 4 proyek senen nemuin ini buku. Dapet. Lantas hilang tanpa jejak gigitan rayap sekalipun. ah. Sukab. Ternyata bukan cuma saya yang jatuh hati pada eks pemain bola absurd ini!
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post